DASAMUKA 2 – Angkara Murkaning Jagad wus Lair.

rahwana, kalaludra copy

Titi wahyaning mangsa kala, lair putra Resi Wisrawa kang mbarep saka guwa garbaning Dewi Sukesi. Lair ana ing samadyane alas gung liwang-liwung, awujud prongkolaning marus. Duhkitaning atinira Resi Wisrawa binarung lan pamintaning pangapura marang jawata gung sabab putra kang ginadhang lair sampurna, nanging  lair wujud kang ora sabaene.

Saka kaparenging jawata, marus kang anjejemberi owah dadi wujud raksasa kang gedhene kalawun-lawun lan darbe muka kang cacahe ana sepuluh. Nuli raseksa putra pambarep Wisrawa kaparingan nama Dasamuka, kang ngemu makna muka sepuluh. Uga kaparingan tenger Rahwana kang ateges marus kang kacipta ing telenging wana.

Saka pangemaning jawata, Rahwana kaparingan wewengan supaya ateteki mahas ing asamun laku tapa brata. Ing mengko Rahwana bakal kaparingan kasekten kang kena kinarya ambentengi dhiri.

Dhendhaning Jawata durung mendha, nanging sangsaya ndadra. Putra kang kaping loro lair uga wujud raksasa kang luwih gedhe katimbang pambarepe. Putra kang lair kapindho, kaparingan nama Kumbakarna kang ateges kuping kang jembar. Uga kaparingan pituduh supaya amangun tapa nggayuh kasekten bebeteng dhiri.

Continue reading

PENDAWA KUNCUNG – Ki Gendroyono

durga_semar

Kembali Mas Gino Rahadjo memberikan sebuah CD MP4 yang katanya untuk dicicipi mutunya. Dalam artian, cicipannya ditujukan untuk mengenalkan siapa Ki Gendroyono, lakon Pendhawa Kuncung, dan tentu saja sajian mutu rekamannya.

Sambil menikmati sajian video live-nya, tentu saya tidak ketinggalan memasang program Soundforge 10 Pro untuk menampung konversi audionya untuk dijadikan MP3. tentu saja sekarang saya bagi ke anda semua pengunjung blog MasPatikraja.

Continue reading

DASAMUKA 1 – Wisrawa lan Sukesi.

wisrawa,sukesi,sumali copy

Rahwana, Raja rasaksa saka ing Negara Alengka pranyata sawijining raja kang sekti mandraguna. Pawakan gagah prakosa,  tan ana kang ngungguli jurite. Yen katandhingake kalawan para raja rasaksa sakupenge, Sang Prabu pantes lamun kasebut Adhitya Maha Prawira. tegese karosane ngedab-edabi. Kaladuking kandha, Sang Rahwana Raja kuwawa mbelah gunung, ngisep tirtaning samudra satemah asat. Uga Sang Prabu kuwawa ngrabasa alas gung liwang-liwung kang jembare sewu dhepa amung sakedheping netra. Mula Sang Rahwana sanggup mikut saksapoa para dewa lamun kinarepake.

Rahwana nalika samana lagya duka yayah sinipi karana kelangan lacak beburone, Dewi Kusalya. Ambegan krenggosan kaya dene swaraning prahara, binarung lawan geguntur kang jumlegur anggegeter ing antariksa. Layak Rahwana lamun sinebut Dasamuka karana darbe muka kang cacahe ana sepuluh. Sunare kang netra , sumorot mawetu geni. Ing kana Sang Prabu Dasamuka lagya duka yayah sinipi, gempung rasaning ati kelangan kang dadi kekarepaning ati kang samau wus katon ana pangarepane.

Continue reading

KALIMATAYA 23 – Citrahoyi, Akhir Cinta Arjuna.

kalimatayatamatpart1_edited-1   “Kartanadi, sudah waktunya aku rasakan, bahwa kini kamu pantas untuk beristri. Jodoh yang aku pikir pantas, adalah anakku sendiri, Citrawati. Jadilah tidak bersifat tanggung-tanggung, untuk sekalian menjadikan aku sebagai orang tuamu”. Tertegun sejenak Kartanadi, namun setelah menguasai perasaannya, Kartanadi kemudian merasa mantap, dan ia menjawab setuju.

Singkat cerita, terjadi keramaian di Sriwedari untuk merayakan pernikahan Raden Kartanadi dengan Dewi Citrawati. Keramaian demikian meriah digelar dan dirayakan oleh segenap penghuni Negara. Perayaan dilaksanakan oleh Prabu Citrahoya sekalian untuk mengumpulkan para penghuni Negara, dan dirancang agar rakyat melupakan segala peristiwa yang telah terjadi sebentar lalu.  Continue reading

PETRUK IDU GENI – Ki Sugino Siswocarito

gareng_bawor_resikelinglingan copy

Lakon carangan sing marakena para sutresnane Ki Sugino mandan penasaran, kenangapa ana lakon sing judule kayong mendeni banget. Petruk Idu Geni!! Biasa kang, kiye sih jenenge model dodolan sing menjual ala sales. Dagangan jere kudu duwe selling point, yakuwe salah sijining factor sing arane differensiasi. Pembeda antarane produk siji lan sijine, bedane yakuwe,  judul sing mendeni.

Angger neng dunia blog supaya para rawuh neng blog-e pada ketarik maca, penulis uga diwajibena kreatif gole ngetrapena judul. Angger judule aneh, bombastis lan liya liyane sing menarik, paling ora pengunjunge ngeklik. Perkara mengko arep nerusena maca apa ora, kiye ya perkara mengko.

Continue reading

PALARAN NYAMLENG – Karawitan Purbakencana

Palaran_Nyamleng_3_Dahlia

Sajian Gendhing-Gendhing Banyumasan dari MasPatikraja selanjutnya, adalah gendhing Jawi mBanyumasan yang kami petik dari album Palaran Nyamleng Seri 3. Karawitan pengiring pesindhen Nyi Suryati, Nyi Jumirah dan Ny Wachyuni adalah Karawitan Purbakencana.

Bandingkan dengan garapan dari pusat budaya Jawa, maka ketrampilan olah gamelan yang disajikan oleh Karawitan Purba Kencana tidak bisa dianggap remeh. Dengarkan gending pertama Ladrang Balabak. Ciri dari sajian ini adalah begitu presisinya pengambilan suara dari instrument gamelan yang terhampar. Sisi salah satunya dapat didengar alunan gambang yang begitu melodious, kemudian disisi yang lain “thuthukan” bonang yang “mbarungi” iringan kidung para pesindhen ditengah aluanan gamelan. Begitu setimbang kedengaran paduan suara instrument serta vocal pesinden dan wiraswara yang dipandu dengan ketukan kendhang yang begitu kalem.

Judul pertama sajian ini bertajuk Ladrang Balabak. Balabak yang dalam pengertiannya diartikan blabak: kn. ar.têmbang têngahan; ke-[x] ak: kêblêbêg ing banyu, mugkin diartikan bahwa gendhing ini sebagai gambaran dari suasana ketika air menenggelamkan suatu wilayah

Continue reading

PANGKUR PALARAN RUJAK JERUK – Calung mBanyumasan Nyi Kampi

kampi

Gendhing Jawa adalah pengiring pagelaran wayang (kulit). Wayang tanpa iringan gamelan adalah bisa diumpamakan seperti ikan tanpa air. Air dalam perumpamaan sebagai pengiring, adalah harus disesuaikan dengan kehidupan ikan didalamnya, sehingga ikan didalam perumpaman diatas dapat hidup nyaman . Artinya harmonisasi pagelaran wayang menjadi hidup dan nyaman untuk kita nikmati.

Air keruh dapat diumpamakan adalah iringan yang telah terkontaminasi dengan berbagai macam polutan. Polutan dapat saja berupa lagu-lagu yang bukan seharusnya ada dalam irama “jawa”. Dapat berupa missal dangdutan, dapat juga berupa syair, lirik, cakepan dan sebagainya yang vulgar dan tidak berbudaya dan berkesopanan Jawa.

Continue reading

MIKUKUHAN – Ki Purbo Asmoro

mikukuhan copy

Mikukuhan adalah sebuah cerita yang bisa digolongkan sebagai sebuah hikayat bila kita bisa samakan dengan cerita Melayu. Sebuah cerita mengenai kejadian-kejadian yang dipercaya itu terjadi dalam masa lalu dan menjadi suri tauladan, bahkan dituruti apa – apa yang menjadi “awer-awer”nya dari cerita tersebut pada masyarakat adat Jawa.

Mikukuhan menceritakan dongeng Jawa pada saat dimana Negara Purwacarita atau Medang Kamulan dipimpin oleh seorang raja yang bijaksana bernama Sri Mahapunggung. Raja ini pada masa setelah Mikukuhan dikenal sebagai ayah dari Dewi Sri, yang kelak menjadi dewi kesuburan tanaman pangan. Maka sejak raja Sri Mahapunggung naik tahta hingga Lakon Sri-Sadana, berbagai cerita mengenai tata cara pertanian termasuk petunjuk serta larangan bertani, banyak bertebaran di setiap bagian cerita. Continue reading

SUMANTRI NGENGER SERI 1 – Ki Sugino Siswocarito

sumantringenger1ver0 copy

Mendengarkan cerita Sumantri Ngenger dari Ki Sugino, lakon ini menguatkan kesan dari para saudara saya yang berasal dari “wetan” yang mengatakan bahwa Ki Sugino adalah dalang spesialis lakon Carangan. Pada lakon ini tergambar, bahwa nama-nama dalam silsilah Resi Swandagni terus turun ke Sumantri atau setelah menjadi patih di Maespati diberi nama Patih Suwanda tidak seperti yang tergambar dalam arus utama lakon wayang Jawa.

Dalam lakon ini terdapat nama Suwanda, yang bukan nama Sumantri setelah menjadi Patih Maespati. Siapakah Raden Suwanda dalam cerita ini? Menurut Ki Dalang Gino ia adalah saudara muda dari Prabu Harjuna Sasrabahu. Menurut cerita di banyak versi, bahwa benar bahwa Suwanda adalah buah kecintaan Prabu Harjuna Sasrabahu terhadap anak gunung yang tingkah laku dan ujudnya mampu menawan rasa sehingga ia diaku sebagai saudara. Namun dalam lakon ini kecintaan Arjuna Sasrabahu adalah karena ketika Sang Prabu Harjuna Sasra baru saja kehilangan adiknya Suwanda tadi, yang mirip sekali dengan ujud Sumantri.

Continue reading

LAIRE SEMAR – Ki Purbo Asmoro.

 

nabisulaiman.jimsakar.lan.parasatokewan

Pada tulisan saya terdahulu  dengan judul Maka Menjelmalah Antaga dan Ismaya menjadi Togog dan Semar , sudah sekilas disampaikan bagaimana Semar itu terlahir. Kali ini dari sebuah sajian dari Ki Purbo Asmoro, kami sampaikan sanggit dari bagiamana kisah lahirnya Semar dalam gelaran wayang kulit. Dalam gelaran ini bila dibandingkan dengan gagrak saduran dari Pedhalangan Gagrak Banyumasan terdapat  sedikit geseh.

Bahkan bila dibandingkan kejadian dalam beberapa bab, juga berbeda dengan gelaran dari sesama gagrak, contohnya, dari sumber gelaran dari Ki Nartosabdo, walau hanya dalam narasi ketika membicarakan ketika Bathara Guru yang tangannya menjadi empat adalah buah karena kesulitan menangkap Uma.

Kami sampaikan kepada pembaca lakon kejadian Semar, karena saya lihat sangat banyak klik untuk tulisan dengan judul Bermula dari Nabi Adam dan Siti Khawa, yang merupakan trilogy gancaran yang saya cuplik dari buku Pedalangan Gagrak Banyumasan, yang berakhir dengan kisah lahirnya Ismaya, kemudian berubah rupa dan dinamakan Semar.

Continue reading